Modul Pembelajaran Sejarah
Slide 1 dari 20
📚
MODUL RANGKUMAN ILMU SEJARAH
Materi Lengkap Ruang Lingkup Sejarah, Penelitian Sejarah, Tradisi Pra-Aksara & Aksara, dilengkapi Kuis Interaktif (1 Soal / Halaman).
Daftar Isi Modul:
- BAB I: Pengertian & Ruang Lingkup Ilmu Sejarah
- BAB II: Dasar-Dasar Penelitian Sejarah
- BAB III: Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia
- EVALUASI: 10 Soal Kuis Interaktif (Langsung Terkoreksi)
Gunakan tombol Selanjutnya di bawah untuk mulai membaca slide.
BAB I: Pengertian Ilmu Sejarah
Secara etimologis, kata Sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang berarti Pohon (mengacu pada silsilah/asal-usul).
Pengertian dalam Berbagai Bahasa:
- Yunani: Historia → Ilmu atau Orang Pandai.
- Inggris: History → Masa lampau umat manusia.
- Jerman: Geschichte → Sesuatu yang telah terjadi.
Definisi Menurut Para Ahli:
"It is the record of what man has thought, said and done." — J.V. Briche
"History is the study of what human beings have done." — Patrick Gardiner
"Ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan." — Moh. Yamin
"Rekonstruksi masa lalu tentang apa yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami manusia." — Kuntowijoyo
"Penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau." — Sartono Kartodirdjo & Moh. Ali
Kesimpulan: Sejarah adalah rangkaian peristiwa masa lampau kehidupan manusia setelah mengenal tulisan (aksara).
BAB I: Hakikat & Kedudukan Sejarah
Sejarah memiliki 4 kedudukan utama dalam studi keilmuan:
| Kedudukan | Penjelasan & Ciri Utama |
|---|---|
| Sejarah sebagai Peristiwa | Kejadian itu nyata, pernah ada, dan dapat dibuktikan secara ilmiah (objektif). |
| Sejarah sebagai Kisah | Peristiwa masa lalu yang diceritakan atau dituliskan kembali oleh seseorang. |
| Sejarah sebagai Ilmu | Memiliki metode analitis sistematis, empiris, serta hasilnya dapat diverifikasi oleh para ahli. |
| Sejarah sebagai Seni | Penyajikan membutuhkan emosi, intuisi, imajinasi, dan gaya bahasa yang menarik perhatian pembaca. |
BAB I: Periodisasi, Kronologi & Kegunaan
1. Periodisasi & Kronologi
- Periodisasi: Pemenggalan kurun waktu berdasarkan alasan rasional dan ilmiah.
Periodisasi Indonesia: Zaman Prasejarah → Zaman Kuno (Hindu-Buddha) → Zaman Modern (Islam - sekarang). - Kronologi: Urutan waktu kejadian yang tersusun sesuai urutan peristiwa yang sebenarnya.
2. Kegunaan Sejarah (Menurut Louis Gottschalk)
- Rekreatif: Memberikan kesenangan estetis/petualangan menembus ruang dan waktu.
- Inspiratif: Memberikan ilham atau dorongan semangat bagi pembaca.
- Instruktif: Memberikan pelajaran/pengetahuan teknis (misal: taktik perang).
- Edukatif: Memberikan kearifan/kebijaksanaan hidup masa depan (*"Jangan sekali-kali melupakan sejarah"*).
Menurut Trevelyan: Kegunaan sejarah meliputi Ilmiah, Imajinatif, dan Sastra.
BAB II: Langkah-Langkah Penelitian Sejarah
Dalam melakukan penelitian sejarah, seorang sejarawan harus melewati 4 tahapan sistematis:
-
Heuristik (Pengumpulan Data):
Tahap mencari dan menemukan data/sumber mentah yang relevan dengan topik penelitian. -
Verifikasi (Kritik Sumber):
Proses pengujian keabsahan dan kebenaran sumber (baik kritik eksternal/fisik maupun kritik internal/isi). Data yang teruji menjadi Fakta Sejarah. -
Interpretasi (Penafsiran):
Proses merangkaikan fakta-fakta yang telah teruji menjadi satu kesatuan argumen yang logis dan bermakna. -
Historiografi (Penulisan Sejarah):
Tahap akhir berupa penulisan kisah sejarah yang akademis berdasarkan fakta-fakta teruji.
BAB II: Sumber, Bukti, dan Fakta Sejarah
Pembagian Sumber Sejarah (Louis Gottschalk):
- Sumber Primer: Kesaksian langsung dari saksi mata yang mengalami peristiwa.
- Sumber Sekunder: Kesaksian dari pihak yang tidak melihat peristiwa secara langsung.
Kategori Sumber (Nugroho Notosusanto):
- Sumber Tertulis: Prasasti, Babad, Dokumen, Arsip, Naskah.
- Sumber Lisan: Keterangan langsung dari pelaku/saksi sejarah.
- Sumber Benda: Candi, artefak, senjata, fosil, situs purbakala.
Bukti Sejarah: Peninggalan aktivitas masa lalu yang masih ada (misal: Teks Proklamasi).
Fakta Sejarah: Data yang telah lolos verifikasi dan interpretasi sejarawan.
Fakta Sejarah: Data yang telah lolos verifikasi dan interpretasi sejarawan.
BAB II: Prinsip Penelitian Sejarah Lisan
Dalam menggali informasi lisan, peneliti harus memperhatikan 5 unsur penting:
- Pelaku Sejarah: Tokoh yang mengalami peristiwa langsung (perlu diantisipasi sifat subjektifnya).
- Saksi Sejarah: Orang yang melihat/menyaksikan peristiwa tanpa menjadi pelaku.
- Tempat Peristiwa: Penentuan lokasi fisik yang membutuhkan penafsiran matang (misal: pusat Kerajaan Bima).
- Latar Belakang Peristiwa: Penyebab utama meletusnya peristiwa (misal: terbunuhnya Frans Ferdinand pemicu PD I).
- Pengaruh & Akibat: Dampak luas peristiwa terhadap masyarakat (misal: Proklamasi Kemerdekaan RI).
BAB III: Tradisi Sejarah Masa Pra-Aksara
1. Cara Mewariskan Masa Lalu
- Melalui Keluarga: Menanamkan nilai, tata cara berperilaku, dan adat kebiasaan.
- Melalui Masyarakat: Lewat pertunjukan, cerita adat, dan sistem keagamaan.
2. Jejak Sejarah Masyarakat Pra-Aksara
- Folklore: Adat dan cerita rakyat lisan (puisi, nyanyian, teka-teki) maupun bukan lisan (arsitektur, kerajinan).
- Mitologi: Dongeng asal-usul alam semesta/dewa yang bersifat gaib.
- Legenda: Cerita rakyat masa lalu yang berhubungan dengan peristiwa bersejarah.
- Upacara & Lagu Daerah: Tradisi ritual serta nyanyian kedaerahan.
BAB III: Tradisi Sejarah Masa Aksara
Perkembangan Setelah Mengenal Tulisan:
- Politik: Kepemimpinan Kepala Suku berubah menjadi sistem Kerajaan (turun-temurun).
- Sosial-Budaya: Masuknya tulisan Pallawa, bahasa Sanskerta, seni pahat, arsitektur candi, dan penanggalan.
- Keagamaan: Akulturasi kepercayaan lokal (Animisme/Dinamisme) dengan agama Hindu & Buddha.
Rekaman Tertulis Masa Aksara:
- Prasasti: Tulisan batu atas perintah raja.
- Kitab: Karya sastra pujangga kerajaan.
- Dokumen: Surat/catatan bernilai bukti sejarah.
BAB III: Perkembangan Penulisan Sejarah
Penulisan sejarah di Indonesia berkembang melalui 4 periode utama:
| Masa / Periode | Ciri & Karakteristik Penulisan |
|---|---|
| Masa Hindu-Buddha & Islam | Istana Sentris: Berpusat pada kehidupan raja untuk melegitimasi kekuasaan. |
| Masa Kolonial | Eropa Sentris: Memperkokoh penjajahan, menyebut perjuangan rakyat sebagai pemberontakan. |
| Masa Pergerakan Nasional | Neerlando Sentris → Indonesia Sentris: Membangkitkan semangat perlawanan dan nasionalisme. |
| Masa Kemerdekaan | Indonesia Sentris: Berorientasi pada cita-cita dan masa depan bangsa Indonesia yang merdeka. |
EVALUASI: Soal Nomor 1
1. Istilah "Sejarah" secara etimologis berasal dari bahasa Arab "Syajaratun" yang berarti...
- A. Silsilah
- B. Pohon
- C. Masa Lalu
- D. Rangkaian Peristiwa
Pembahasan:
Syajaratun secara harfiah berarti pohon. Dalam konteks sejarah, istilah ini mengacu pada pohon silsilah keluarga atau asal-usul keturunan.
Syajaratun secara harfiah berarti pohon. Dalam konteks sejarah, istilah ini mengacu pada pohon silsilah keluarga atau asal-usul keturunan.
EVALUASI: Soal Nomor 2
2. Tokoh yang mendefinisikan sejarah sebagai "rekonstruksi masa lalu tentang apa yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan dan dialami manusia" adalah...
- A. Moh. Yamin
- B. Sartono Kartodirdjo
- C. Kuntowijoyo
- D. Patrick Gardiner
Pembahasan:
Kuntowijoyo mendefinisikan sejarah sebagai bentuk rekonstruksi menyeluruh atas seluruh pengalaman dan aktivitas manusia di masa lampau.
Kuntowijoyo mendefinisikan sejarah sebagai bentuk rekonstruksi menyeluruh atas seluruh pengalaman dan aktivitas manusia di masa lampau.
EVALUASI: Soal Nomor 3
3. Penyajian hasil penelitian sejarah yang disusun menarik dan mampu mempengaruhi emosi/jiwa pembaca merupakan kedudukan sejarah sebagai...
- A. Peristiwa
- B. Ilmu
- C. Kisah
- D. Seni
Pembahasan:
Sejarah sebagai seni menekankan unsur estetika, intuisi, imajinasi, dan emosi agar penulisan sejarah menjadi hidup dan menarik perhatian pembaca.
Sejarah sebagai seni menekankan unsur estetika, intuisi, imajinasi, dan emosi agar penulisan sejarah menjadi hidup dan menarik perhatian pembaca.
EVALUASI: Soal Nomor 4
4. Penentuan pemenggalan kurun waktu yang didasarkan pada alasan rasional dan ilmiah dalam ilmu sejarah dinamakan...
- A. Periodisasi
- B. Kronologi
- C. Historiografi
- D. Heuristik
Pembahasan:
Periodisasi adalah pemenggalan babak waktu sejarah. Sedangkan Kronologi adalah susunan urutan peristiwa berdasarkan urutan waktu kejadian.
Periodisasi adalah pemenggalan babak waktu sejarah. Sedangkan Kronologi adalah susunan urutan peristiwa berdasarkan urutan waktu kejadian.
EVALUASI: Soal Nomor 5
5. Kegunaan sejarah untuk memberikan pengajaran atau keterampilan teknis seperti taktik perang dinamakan fungsi...
- A. Rekreatif
- B. Edukatif
- C. Instruktif
- D. Inspiratif
Pembahasan:
Fungsi Instruktif sejarah bertugas memberikan pembelajaran atau pengetahuan praktis/teknis tertentu kepada pembaca.
Fungsi Instruktif sejarah bertugas memberikan pembelajaran atau pengetahuan praktis/teknis tertentu kepada pembaca.
EVALUASI: Soal Nomor 6
6. Tahap pertama dalam penelitian sejarah yang berkaitan dengan kegiatan pengumpulan data-data mentah dinamakan...
- A. Heuristik
- B. Verifikasi
- C. Interpretasi
- D. Historiografi
Pembahasan:
Heuristik berasal dari kata Yunani *heuriskein* yang berarti mencari atau menemukan data/sumber mentah sejarah.
Heuristik berasal dari kata Yunani *heuriskein* yang berarti mencari atau menemukan data/sumber mentah sejarah.
EVALUASI: Soal Nomor 7
7. Menurut Louis Gottschalk, kesaksian dari orang yang melihat peristiwa sejarah secara langsung dengan mata kepalanya sendiri dinamakan...
- A. Sumber Primer
- B. Sumber Sekunder
- C. Sumber Tertulis
- D. Fakta Sejarah
Pembahasan:
Sumber primer adalah kesaksian asli dari seseorang yang secara langsung hadir dan menyaksikan peristiwa sejarah.
Sumber primer adalah kesaksian asli dari seseorang yang secara langsung hadir dan menyaksikan peristiwa sejarah.
EVALUASI: Soal Nomor 8
8. Cerita rakyat pada masa lampau yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa sejarah dinamakan...
- A. Mitos
- B. Legenda
- C. Folklore Lisan
- D. Dongeng
Pembahasan:
Legenda dianggap sebagai cerita rakyat yang pernah benar-benar terjadi dan dihubungkan dengan tokoh atau situs sejarah tertentu.
Legenda dianggap sebagai cerita rakyat yang pernah benar-benar terjadi dan dihubungkan dengan tokoh atau situs sejarah tertentu.
EVALUASI: Soal Nomor 9
9. Salah satu perubahan penting di bidang politik di Indonesia setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha adalah...
- A. Penerapan sistem gotong royong
- B. Sistem Kepala Suku berubah menjadi Sistem Kerajaan
- C. Munculnya tradisi tulisan Pallawa
- D. Dikenalnya sistem kepercayaan Animisme
Pembahasan:
Masuknya Hindu-Buddha mengubah struktur sosial-politik lokal dari kepemimpinan Kepala Suku menjadi sistem Kerajaan yang diturunkan secara hierarkis.
Masuknya Hindu-Buddha mengubah struktur sosial-politik lokal dari kepemimpinan Kepala Suku menjadi sistem Kerajaan yang diturunkan secara hierarkis.
EVALUASI: Soal Nomor 10
10. Penulisan sejarah pada masa Kolonial Belanda memiliki ciri utama yaitu...
- A. Berpusat pada kepentingan raja (Istana Sentris)
- B. Berorientasi pada kemerdekaan Indonesia
- C. Memperkokoh kekuasaan penjajah & menganggap perjuangan rakyat sebagai pemberontakan
- D. Menggunakan sumber lisan dari masyarakat lokal
Pembahasan:
Historiografi Kolonial berpandangan Eropa Sentris yang bertujuan melegitimasi penjajahan Belanda dan memojokkan perjuangan rakyat lokal.
Historiografi Kolonial berpandangan Eropa Sentris yang bertujuan melegitimasi penjajahan Belanda dan memojokkan perjuangan rakyat lokal.